Kamis, 19 Januari 2012

Pengantar Bisnis

Bab XIV
BISNIS INTERNASIONAL.
·         PENGERTIAN BISNIS INTERNASIONAL
Akhir-akhir ini telah terjadi perubahan dan perkembangan yang begitu pesat dalam berbagai lingkungan bisnis yang ditandai dengan munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang membawa dampak pada kemajuan bidang komunikasi, transportasi dan informasi. Seiring dengan kondisi tersebut jumlah penduduk dunia terus bertambah sedangkan sumber-sumber alam atau faktor-faktor produksi cenderung terbatas.
Hal tersebut juga didukung dengan adanya kecenderungan di dunia belakangan ini yang menunjukan mulai pudarnya batas-batas antar negara. Bisnis domestik yang selama ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan nasional mulai ditinggalkan untuk beranjak ke bisnis yang berskala multinasional atau dengan kata lain perusahaan mulai terlibat dalam bisnis internasional.
Bisnis Internasional dapat di artikan sebagai aktivitas yaitu berupa transaksi bisnis di antara lebih dari dua negara, yang melibatkan pihak-pihak individu perorangan, individu perusahaan, kelompok perusahaan dan atau agen-agen internasional.  Dalam kaitannya dengan pengertian bisnis internasional terdapat istilah-istilah yang kadang dihubungkan atau dipersepsikan sama dengan bisnis internasional padahal esensinya berbeda.
Istilah-istilah yang dimaksud menurut Rusdin (2002) adalah :
A.      Bisnis Domestik, aktivitas bisnis yang secara nyata ditujukan pada aktivitas bisnis dalam negeri.
B.      Bisnis Internasional, bertindak lebih jauh lagi dari bisnis domestik dan bukan sekedar pemasaran ekspor akan tetapi lebih jauh terlibat dalam lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan bisnis.
C.      Bisnis Multinasional, dalam bisnis multinasional organisasi pemasaran internasional mulai dengan memfokuskan pada pemanfaatan pengalaman dan produk perusahaan. Perusahaan menyadari perbedaan dan keunikan lingkungan dalam negara tadi, dan menentukan peranan baru untuk hal itu sendiri.
D.     Bisnis Global/ Transnasional, yaitu bisnis yang memfokuskan pada pemanfaatan asset, pengalaman, dan produk perusahaan secara global dan melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik berbeda dalam setiap negara.

Pada dasarnya terdapat beberapa aktivitas pokok yang menjadi ciri penting yang terjadi dalam bisnis internasional diberbagai negara, menurut Rusdin (2002) yaitu :
1.                  Visible Trade ( Merchandise Export and Import)  :
Perdagangan barang-barang berwujud, meliputi barang-barang primer, sekunder, dan tersier.
2.                  Invisible Trade ( Service Export and Import) :
Perdagangan dalam jasa/ produk tidak berwujud seperti jasa perbankan, perjalanan dan pariwisata, jasa konsultan dan tenaga kerja.
3.                  International Investment, meliputi :
a.      Foreign Direct Investment (FDI), investasi yang bertujuan untuk mengawasi kepemilikan (property), asset dan perusahaan di negara lain (host country) secara aktif.
b.      Portofolio Investment, pembelian asset keuangan luar negeri ( saham, obligasi, sertifikat deposito) untuk tujuan selain pengawasan.
4.                  Licencing (Lisensi), suatu perusahaan di suatu negara memberikan suatu lisensi untuk menggunakan kepemilikan intelektualnya (paten, trademarks, merek, hak cipta dan sebagainya).
5.                  Warabala ( Franchising), suatu perusahaan di suatu negara memberikan hak kepada perusahaan di negara lain untuk menggunakan merek, logo, dan teknik operasi.
6.                  Management Contact, sebuah perusahaan di suatu negara setuju untuk mengoperasikan fasilitas atau menyediakan jasa manajemen pada perusahaan di negara lain.

·         KEKUATAN-KEKUATAN YANG MENDASARI BISNIS INTERNASIONAL
Ada tiga orientasi yang menjadi pedoman dalam Bisnis Internasional, yaitu Etnosentris, Polisentris, Geosentris yang kemudian diperluas menjadi Regiosentris.
a.      Etnosentris, adalah suatu asumsi atau keyakinan bahwa negeri asal sendirilah yang unggul.
b.      Polisentris, merupakan kebalikan dari etnosentris, yaitu keyakinan yang didasari bahwa setiap negara unik dan berbeda serta cara utuh meraih sukses di setiap negara adalah menyesuaikan diri dengan perbedaan unik dari setiap negara.
c.       Regiosentris dan Geosentris, perusahaan memandang wilayah regional dan seluruh dunia sebagai suatu pasar dan mencoba mengembangkan strategi pemasaran terpadu regional atau dunia.
Dunia bisnis saat ini sering sekali dikatakan telah memasuki era globalisasi. Globalisasi ini merupakan proses memfokuskan sumber daya (manusia, uang, dan asset fisik) dan tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan dan menanggapi ancaman pasar global. Globalisasi pasar mengacu pada kenyataan bahwa beberapa industri pada
dasarnya saling terkait dan beberapa kekuatan dalam pasar nasional menyatu ke dalam pengaruh pasar global.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa setiap produk global juga harus diterima oleh konsumen di negara yang dituju dengan menyesuaikan karakteristik khusus dan perilaku pembelian di negara tersebut. Contoh perusahaan Global dengan produk yang telah diterima oleh konsumen yaitu Toyota, Sony, Coca Cola, Nokia dan lain sebagainya.

·         ASPEK-ASPEK BISNIS INTERNASIONAL
Dengan melaksanakan aktivitas bisnis internasional, maka perusahaan perlu memahami aspek-aspek dari hubungan bisnis dengan pihak yang berasal dari negara lain. Pemahaman terhadap aspek-aspek ini diharapkan dapat menciptakan keuntungan pada pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis internasional itu sendiri. Berikut ini akan dijelaskan beberapa diantara aspek-aspek bisnis internasional :
-          Keunggulan Absolut/ Absolute Advantage
Merupakan keuntungan yang dimiliki oleh suatu negara karena dapat menghasilkan suatu produk dengan biaya lebih murah atau dengan produktivitas yang lebih tinggi daripada di negara lain.
-          Keunggulan Komparatif/ Comparative Advantage
Merupakan keuntungan yang dimiliki oleh suatu negara karena dapat menghasilkan suatu produk secara lebih ekonomis dibandingkan dengan apabila negara tersebut berusaha menghasilkan produk lainnya.
-          Neraca Pembayaran/  Balance of Payment
Merupakan laporan yang memperlihatkan nilai ekspor dan impor serta menunjukkan aliran pertukaran dana lainnya dari suatu negara dengan negara lainnya selama periode tertentu.
-          Neraca Perdagangan/ Balance of Trade
Perbedaan antara nilai ekspor dengan nilai impor suatu negara pada periode tertentu, dimana neraca perdagangan merupakan bagian dari neraca pembayaran.
-          Kurs Valuta Asing
Menunjukkan jumlah uang yang diperlukan umtuk memperoleh satu unit mata uang asing. Pemantauan terhadap perubahan kurs valuta asing menjadi sangat penting dalam bisnis internasional karena sebagian besar negara memiliki mata uang masing-masing dan nilai tukar mata uang satu dengan lainnya tidak selalu sama.
   
        Kurs pertukaran valuta asing dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
-          Flexible/ floating exchange rate
Yaitu kurs atau nilai pertukaran mata uang asing yang akan berubah secara otomatis dari waktu ke waktu tergantung pada perubahan penawaran dan permintaan mata uang asing.
-          Fixed Exchange Rate
Yaitu kurs atau nilai pertukaran mata uang asing yang nilainya tetap dari waktu ke waktu. Penetapan nilai ini dilakukan oleh pemerintah melalui campur tangannya di pasar mata uang asing untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan mata uang asing.

Sumber : Fuad, M. 2000. Pengantar Bisnis.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar